Pandu Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI 2017

Batas Pendaftaran: Rabu, 30 Nopember 2016

 

Pandu-Pengalaman dan Kaderisasi

Kita mengambil definisi pandu: petunjuk jalan dan perintis jalan. Dalam pengertian yang paling sederhana adalah, membantu proses perjalanan (Sidang MPL) sekaligus mengedepankan kreativitas (berproses penuh daya).

Menjadi seorang pandu adalah sebuah pengalaman kaderisasi gereja yang menantang dan bermakna. Sebuah pengalaman nasional yang unik tentang kebersamaan dengan orang-orang muda yang berasal dari berbagai gereja dari berbagai wilayah yang berbeda di seluruh Indonesia.

Secara nasional dan internasional persidangan gerejawi melakukan kaderisasi melalui sistem pandu. WCC dan CCA atau Gereja di Dunia setiap bersidang mengundang para pemuda menjadi pandu. Pada tingkat nasional di Indonesia, dikenal Pandu Pertemuan Raya Pemuda Gereja (PRPG), Pertemuan Raya Perempuan Gereja (PRPrG), Majelis Pekerja Lengkap (MPL), dan Sidang Raya (SR). Ini adalah kali kesembilan program pandu PGI sebagai salah satu upaya kaderisasi gereja tingkat nasional (dimulai di Sidang MPL PGI Kupang 2013, Sidang MPL Merauke 2014, PRPG Sirombu, PRPrG Teluk Dalam, Sidang MPL Lahewa, Sidang Raya Gunungsitoli 2014, Sidang MPL Malinau 2015, Sidang MPL Parapat 2016, dan Sidang MPL Salatiga 2017 (yang akan berlangsung). Dengan demikian pandu sidang ini adalah sebuah program kader oikumene pemuda gereja yang penting untuk mempersiapkan dengan memperdalam pengetahuan dan kreativitas dalam gerakan oikumene.

Program pandu adalah bagian integral dari Sidang MPL yang akan berlangsung mulai tanggal 26 Januari 2017 – 1 Februari 2017. Sebelum Sidang MPL dimulai, seluruh pandu akan mengikuti pembekalan awal dan mengikuti orientasi tugas/pembekalan, rangkaian seminar serta pelatihan Pandu PGI pada tanggal 23 – 24 Januari 2017. Seluruh rangkaian kegiatan bertempat di Salatiga-Jawa Tengah.

Kriteria Pandu yang diharapkan:

  1. Para pemuda-pemudi gereja, yang berusia 18-30 tahun, dan belum menikah.
  2. Sabar dan berkerjasama dalam tim adalah syarat penting.
  3. Selalu rapi, segar, sopan santun dan berprilaku yang baik.
  4. Fleksibel dan bersedia untuk bekerja selama berjam-jam meski terkadang tidak teratur.
  5. Tetap menjaga kesehatan, karena dengan fisik yang kuat akan mampu mengatasi tekanan dan merespon permintaan peserta sidang.
  6. Terbuka terhadap budaya lain.
  7. Beradaptasi dan belajar dengan cepat serta mampu bekerja dalam tim.
  8. Melakukan evaluasi kerja setiap hari setelah persidangan diistirahatkan sampai esok harinya.
  9. Pandu diharapkan mempersiapkan diri secara penuh untuk terlibat dalam seluruh proses sidang.
  10. Kemampuan ekstra yang sangat menolong seperti: mampu berbahasa Inggris dengan baik, bisa mengoperasikan komputer dan infokus, mengerti alat-alat soundsystem, teknologi informasi. Kemampuan lainnya notulis dan bermain musik akan sangat dibutuhkan.

Batas Pendaftaran: Rabu, 30 Nopember 2016

CP: Anggara (08989950175)