Konsultasi Regional 2016

13015434_1019536514750895_7586918292054744928_n

Konsultasi Regional Pemuda dan Remaja Gereja Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara

KUPANG, TIMEX-Konsultasi Regional (KONREG) Pemuda dan Remaja Gereja Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) tahun 2016 dilaksanakan di Kota Kupang. Kegiatan ini berlangsung 21-25 April 2016 di GMIT Agape, Kota Kupang. Dan, rencananya salah satu tokoh yang diundang sebagai pembicara adalah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Gubernur DKI Jakarta.

Ketua Pemuda GMIT, Winston Rondo kepada wartawan di Lantai II Kantor Sinode GMIT, Kamis (14/4), mengatakan, beberapa tokoh yang akan menjadi pembicara dalam hajatan ini adalah Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Jaringan Islam Liberal, Moh. Guntur Romli, Majelis Pertimbangan PGI, Pdr. Dr. A. Yewangoe, aktivis dan fasilitator KOMPAK, Pdt. Merry Djami , Dirut Bank NTT, Daniel Tagu Dedo, pakar ekonomi UI, Prof. Dr. Chandra Wijaya dan praktisi wirausaha, Pdt. Matan Melkian.

Selain itu, pembicara lainnya adalah motivator dan fasilitator wirausaha yang juga dosen UKAW, Zeth Malelak, aktivis lingkungan, Aleta Baun dan aktivis lingkungan Borneo Institute, Janedy Jagau serta aktivis lingkungan yang juga pendeta GMIT, Pdt. Yos Manu.

Sementara itu, gereja-gereja denominasi yang menyatakan siap hadir adalah Gereja Bethel Indonesia (GBI), Gereja Kristen Perjanjian Baru, Gereja Protestan Indonesia di Bagian Barat (GPIB), Gereja Kristen Protestan Bali (GKPB), Gereja Kristen Pasundan (GKP), Gereja Masehi Injili Sangihe Talaut, Gereja Kristen Sumba (GKS), Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) dan Gereja Kristen Indonesia (GKI). Konreg ini juga dihadiri Sinode Igreja Protestante iha Timor Lorosae (IPTL). Dari unsur organisasi, kata Winston, ikut hadir pengurus pusat GAMKI, GMKI, Perkantas dan JDPN. Selain peserta dari luar GMIT dalam KONREG ini juga akan hadir 46 orang ketua pemuda klasis se-GMIT. “Jadi akan hadir pemuda sinode se-Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Yang sudah konfirmasi 63 orang. Mungkin bisa sampai 100 yang datang nanti,” kata Winston.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga ternyata menarik minat pemuda dari region lainnya, yakni Sumatera dan Sulawesi. “Ada yang bilang siap datang ke Kupang,” katanya.

Menurut Winston, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkokoh pemuda oikumene. Dan pada kesempatan ini, pemuda Kristen mengangkat isu-isu strategis yang sedang dihadapi gereja-gereja di Indonesia.

Beberapa isu strategis yang akan jadi topik bahasan seperti isu lintas agama dan kebudayaan lokal, lingkungan hidup, pemberdayaan ekonomi dan kewirausahaan. “Di akhir acara akan ada rekomendasi-rekomendasi yang kita sampaikan kepada pihak-pihak terkait,” tandas Winston Rondo

Sementara itu, Ketua Sinode GMIT, Dr. Pdt. Mery Kolimon mengatakan, Sinode GMIT mendukung Pemuda GMIT yang menjadi tuan dan nyonya rumah kegiatan KONREG kali ini. Menurutnya, partisipasi pemuda dalam gereja, masyarakat dan bangsa sangat dibutuhkan. “Gereja juga mendukung studi-studi yang ada yang digagas para pemuda. Gereja sebagai persekutuan perlu belajar dari pemuda karena orang muda sangat siap dalam menghadapi perubahan,” kata Pdt. Mery.

Dikatakan, di berbagai belahan dunia, gereja kehilangan orang muda. Tapi itu tidak terjadi di GMIT. Dan, dengan kegiatan ini, akan semakin menguatkan gereja. Kegiatan ini memperkuat semangat oikumene. “Forum ini agar pemuda belajar tentang perbedaan dan merayakan kekayaan gereja yang dimilki PGI. Walaupun berbeda-beda, tapi melakukan tugas pelayanan yang menjadi kesaksian bagi negara ini bahwa perbedaan adalah karunia yang indah,” tandas Pdt. Mery.

Untuk diketahui, KONREG kali ini difokuskan pada wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Selanjutnya, akan menyusul KONREG untuk wilayah Maluku-Papua pada Agustus 2016, wilayah Sulawesi pada Mei 2017, wilayah Kalimantan pada Agustus 2017, wilayah Sumatera pada Mei 2018 dan Konsultasi Nasional pemuda gereja pada September 2018.

KONREG ini dapat menjadi wadah berjumpanya para kader oikumenis yang dalam 10 tahun terakhir telah terserap di berbagai institusi, lembaga maupun organisasi kemasyarakatan. Selain itu, KONREG ini juga menjadi wadah untuk menindaklanjuti apa yang telah direkomendasikan dalam Pertemuan Raya Pemuda Gereja (PRPG) tahun 2014 di Sirombu, Nias Barat.

Pada KONREG yang berlangsung di Kupang ini terdapat tiga isu pokok yang menjadi fokus studi, yakni pertama mengenai pengembangan kewirausahaan dan ekonomi kreatif yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat kecil menuju kemandirian menyambut MEA. Kedua, mengenai arah perkembangan radikalisme di Indonesia sebagai tantangan generasi muda gereja dalam upaya memelihara keutuhan NKRI. Ketiga, mengenai krisis lingkungan hidup dan tanggungjawab orang muda dalam memelihara bumi yang adalah rumah bagi seluruh ciptaan. (sam)

Sumber terkait